Sabtu, 10 Agustus 2013

Gagal di SNMPTN, Tuhan membukakanku jalan lewat SBMPTN.

Sore itu, 27 Mei 2013 bertepatan dengan berlangsungnya pengumuman SNMPTN, sekolahku mengadakan gladi resik untuk pelepasan siswa kelas XII. Aku gak ada feeling apapun mengenai SNMPTN. Tapi, jauh di lubuk hati aku juga berharap bisa lolos SNMPTN dan diterima di Psikologi UGM. Untuk SNMPTN aku mengambil 4 jurusan, yakni Psikologi dan Sastra Inggris di UGM dan sisanya FKIP Bahasa Inggris dan Sastra Inggris UNS. Sekitar jam 4 sore, saat sedang gladi resik tiba-tiba dari arah belakang di deretan kelas IPS 3 ada yang bersorak heboh banget. Mereka mengerubungi seseorang yang sedang memegang entah HP atau Tablet aku lupa.
Oh, pengumuman SNMPTN sudah keluar rupanya. Karena kelasku di IPS 1 otomatis aku duduk di barisan depan sendiri, aku menengok ke belakang dan ikut tersenyum saat mengetahui kalau ada salah satu temanku yang lolos SNMPTN. Aneh, meskipun aku juga penasaran dengan nasibku di SNMPTN, tapi aku gak deg-degan sama sekali. Dan akhirnya karena kebetulan gladi resik telah selesai, para guru memperbolehkan kami pulang. Siswa kelas XII langsung berhamburan menuju pintu keluar gedung, tidak sabar ingin segera melihat pengumuman di rumah masing-masing, tak terkecuali aku. Setelah mengantar salah seorang teman yang dijemput orang tuanya di sekolah, aku langsung pulang ke rumah. Dalam perjalanan aku terus-terusan berdoa kepada Tuhan. Aku ingat dalam salah satu doaku, aku meminta agar Tuhan melapangkan dadaku untuk hasil apapun di SNMPTN ini. Setelah sampai rumah, aku langsung masuk kamar, buka laptop plus masang modem, dan membuka laman resmi pengumuman SNMPTN. Aku masih memakai seragam putih abu-abu, napasku masih ngos-ngosan dan seingatku aku bahkan belum melepas kaos kaki. Tak hentinya aku berdoa, apapun hasilnya aku akan menerima dengan lapang dada. Hatiku mencelos saat itu juga saat laman SNMPTN terbuka dan yang ku dapat hanyalah sebuah kalimat permohonan maaf dalam kotak merah. Ibuku yang saat itu duduk di sampingku bilang gini, “loh yun? Kok gak lolos gimana? Kamu sih ngambilnya ketinggian.” Yah memang, Psikologi UGM memang cukup tinggi passing gradenya, apalagi saingannya yang bukan lagi dalam ratusan tapi ribuan! Apakah saat itu aku menangis? Enggak sama sekali! Hal pertama yang langsung aku lakukan setelah dinyatakan tidak lolos SNMPTN adalah mencari informasi pendaftaran SBMPTN. Untunglah aku belum terlalu terlambat untuk mendaftar. Alih-alih menggalau, menangis atau mengurung diri di kamar semalaman, aku langsung move on ke SBMPTN. Meskipun tak bisa dipungkiri bahwa aku saat itu kecewa, tapi aku segera bangkit untuk berjuang mendapatkan PTN lewat jalur kedua yakni SBMPTN. Saatnya masuk ke pertarungan yang sesungguhnya!
Keesokan harinya, aku galau. Galau nentuin pilihan jurusan. Di sini, aku harus mikir matang-matang supaya gak salah ambil jurusan lagi. Ada beberapa hal yang aku pertimbangin: daya saing, daya tampung, prospek kerja masa depan, dan yang paling penting yang sesuai dengan minat dan bakatku. Sekedar info saja, bagiku milih jurusan di PTN itu SERIBU KALI lebih berat ketimbang saat aku milih jawaban pas UN. Karena apa? Karena apa yang kita pilih itu, itulah yang akan kita pelajari selama kurang lebih 4 tahun ke depan yang juga menentukan masa depan kita nantinya. Berhari-hari tiap malam aku nangis di kamar minta hikmat dari Tuhan. Dari kelas X aku pengin banget jadi guru bahasa inggris, tapi saat itu aku juga mupeng banget belajar psikologi. Dua hal yang bener-bener bikin aku galau. Aku gak les di bimbel. Jangankan les di bimbel, punya buku soal-soal SBMPTN plus pembahasannya aja enggak! Puji Tuhan pihak sekolahku baik hati banget, mau memberi kami para pejuang SBMPTN bimbel gratis di sekolah. Jadi aku cuma ngandelin soal-soal dari sekolah dan beberapa download sendiri di internet, itupun gak semuanya ada pembahasan. Aku merasa bahwa persiapanku buat SBMPTN itu gak matang sama sekali. Aku sempat mikir kok kesannya aku gampangke? Hah… tapi mau gimana lagi? Kayak gitu aja, aku udah kesusahan belajar. Tiap ngerjain soal, aku langsung nyerah. Susah! Kalau udah gitu, lagi-lagi aku nangis. Apalagi aku belum daftar, bebanku berat banget, belajar buat SBMPTN dan nentuin pilihan jurusan. Pokoknya selama seminggu setelah pengumuman SNMPTN, hampir tiap malam aku nangis. Tapi, aku sadar aku gak boleh kayak gini terus. Aku harus bangkit! Aku harus semangat! Hari H semakin dekat!
Akhirnya, suatu malam (aku lupa tanggal berapa) aku putusin untuk daftar. Sebelumnya, aku udah buat plan. Plan A yaitu aku ambil jurusan yang sama yang aku ambil pas SNMPTN kemarin tapi karena maksimal pilihan ada 3 jadi Sastra Inggris UNS aku coret dari list. Plan B aku ambil Psikologi UNDIP dan FKIP Bahasa Inggris, kemudian Plan C aku cuma ambil FKIP Bahasa Inggris. Tapi ternyata orang tuaku, terutama ibuku, gak ngijinin aku ambil UNDIP karena terlalu jauh. Mereka nyaranin kalau emang aku mau kuliah luar kota maksimal ke Jogja aja. Parahnya, saat aku udah fix mau ambil Plan B ibuku malah nyuruh aku ambil UGM lagi. Nah loh, aku galau lagi. Alhasil malemnya aku nangis di kamar. Saat-saat terakhir sebelum aku mutusin daftar, ibuku nyaranin untuk ambil Sosiologi UNS karena peluang kerjanya juga luas. Aku bener-bener galau saat itu. Di satu sisi, aku pengin banget memperjuangkan impianku kuliah di UGM. Di sisi lain, aku punya cita-cita untuk jadi guru bahasa inggris. Oke, daripada aku galau berkepanjangan aku langsung buka web SBMPTN kepo-kepo daya tampung dan peminat tahun lalu masing-masing jurusan impianku. Waduh! Psikologi UGM peminat tahun lalu banyak banget! Pantesan pas SNMPTN kemarin aku tumbang begitu aja. Aku langsung mutusin gak ambil Psikologi lagi. Kemudian FKIP Bahasa Inggris UNS, peminat tahun lalu ada ribuan. Tapi karena emang udah cita-cita sejak kelas X aku ngotot tetep ambil FKIP Bahasa Inggris sebagai pilihan pertama. UNDIP aku tinggalin, dan sebagai pilihan kedua aku ambil Sosiologi UNS sebagai CADANGAN (kenapa kata cadangan aku Bold + garis bawah? Kalian akan tahu jawabannya setelah selesai baca cerita ini). Oke, fix! Dari 3 pilihan jurusan yang bisa diambil untuk SBMPTN aku cuma ambil 2, FKIP Bahasa Inggris sama Sosiologi UNS.
Daftar, beres! Kartu peserta udah beres juga. Keesokan harinya aku sama bapak ke bank Mandiri untuk bayar biaya pendaftaran. Bukti udah di tangan. Wuuaah udah sedikit lega karena saat itu bebanku tinggal satu yakni belajar! Aku tetep kesulitan dalam belajar. Materi SBMPTN jauh lebih sulit daripada materi UN. Kalau boleh milih, aku milih UN lagi daripada harus ikut SBMPTN. Oke, apakah aku mencari cadangan PTS saat itu? Jawabannya tidak! Kenapa? Entahlah, aku punya mindset bahwa aku harus perjuangin cita-citaku sebagai guru lagipula aku udah trauma nyabang ke UGM. Jadi, aku putusin untuk fokus ke SBMPTN aja dan memperjuangkan cita-citaku sebagai guru bahasa inggris.
Sehari sebelum pelaksanaan ujian, aku dan mbak mentorku selama SMA, nengok ruang ujianku di Fakultas Kedokteran UNS. Wah kok dari luar ruangannya biasa aja ya? Tapi siapa sangka kalau di dalamnya ternyata WAH banget. Itu aku sadari setelah aku mengikuti ujian esoknya. Setelah nengok ruang ujian, mbakku ngajak aku nengok calon kampusku. Hore! Kampus ungu, I’m coming!! Puas liat-liat, mbakku kembali ngajak aku jalan-jalan ke kampus Sosiologi. Yaudah deh aku nurut aja. Gitu-gitu juga calon kampusku juga meski cuma cadangan. Aku akui, kampus Sosiologi lebih keren dibanding kampus FKIP. Aku dan mbakku istirahat sebentar di sana sembari ngobrol santai di lantai 2 kampus Sosiologi. Pas kami lagi asyik ngobrol, tiba-tiba ada segerombol anak yang lagi kebingungan nyari ruang ujian. Mereka tanya ke kami berdua, karena kami saat itu hanya ‘numpang’ duduk mbakku jawab gini “wah gak tahu dek, aku bukan penghuni sini.” Dan segerombol anak itupun pergi. Setelah sekiranya lelah kami hilang, kami putuskan untuk pulang kebetulan mbakku juga harus balik ke kampusnya karna mau ngerjain tugas (mbakku mahasiswi UNS jurusan Psikologi tapi kampusnya terpisah dari kampus UNS yang di Kentingan). Sebelumnya dia nraktir aku jus di belakang UNS, hehehe sepertinya ini tidak penting untuk diceritakan ^^v
Dan hari H pun tiba. Dengan memakai kemeja coklat, celana jeans hitam panjang dan sepatu kets favorit aku berangkat ke medan perang. Saking nervousnya, aku gak nafsu makan nasi. Pagi-pagi sebelum berangkat, aku bakar roti, sebagian untuk bekal sebagian untuk sarapan. Tak lupa aku juga membawa sebotol air mineral untuk jaga-jaga kalau aku kehausan pas istirahat. Sepotong roti bakar untuk sarapan tidak habis. Entahlah kenapa tiba-tiba pagi itu aku sama sekali gak nafsu untuk memasukkan apapun ke dalam mulut. Alhasil aku berangkat ujian dengan kondisi perut kosong. Akibatnya, kepalaku pusing gak karuan pas ngerjain TPA. Rasanya pandanganku gelap waktu itu. Tapi untungnya aku masih bisa konsen ngerjain soal TPA. Ujian SBMPTN di ruang ber-AC itu nyenengin. Tempatnya nyaman, sejuk, suasana juga tentram banget hahaha Fakultas Kedokteran gitu~ pantesan bayarnya mahal, ruang kuliahnya aja elite! Ini emang dasarnya aku yang ndeso atau gimana, kalian tahu kursi khas kuliah itu kan? Yang jadi satu sama mejanya. Nah di ruang ujianku kursinya juga gitu. Mejanya pendek banget, alhasil selama ujian aku harus nunduk daaaaan leherku jadi sakit banget gara-gara itu. Wah aku bener-bener tersiksa! Perut kosong, kepala pusing, leher sakit luar biasa plus aku harus bisa ngerjain berpuluh-puluh soal dalam waktu yang terbatas, dan itu selama dua hari! Yep! Selama dua hari ujian SBMPTN badanku ‘hancur’. Leherku mati rasa. Setelah hari pertama aku jalanin, sesampainya di rumah aku langsung beli Salonpas, meski gak mempan tapi mending daripada leherku gak aku obatin sama sekali. Hari kedua puji Tuhan lebih lancar dari hari sebelumnya, tapi badanku tetap dalam kondisi ‘hancur’ malah lebih parah. Hari itu ada 75 soal, aku berhasil mengerjakan 12 soal Sejarah, 10 soal Ekonomi, 12 soal Geografi dan 14 soal Sosiologi. Akhirnya perang berhasil aku jalani meski aku pulang dengan badan ‘hancur’… puji Tuhan.
Masih ada sekitar 3 minggu sebelum pengumuman hasil SBMPTN. Jika kebanyakan orang lain sibuk daftar sana-sini, aku diam di rumah menghabiskan waktuku di depan laptop. Entah itu untuk main game atau sekedar browsing internet dan mainan twitter + facebook. Aku bener-bener gak punya niat nyari cadangan ke PTS atau ikut UM UGM. Alasannya sudah cukup jelas kan? Aku trauma nyabang ke UGM pas SNMPTN kemarin. Jadi berbekal iman yang cukup besar, aku yakin Tuhan akan meloloskanku di SBMPTN ini. Aku yakin aku pasti bisa menggapai cita-citaku sebagai guru bahasa inggris. Saking yakinnya, aku bahkan sampai membuat nazar jika aku lolos dan diterima di FKIP Bahasa Inggris. Tapi sayang nazar itu gak bisa aku tepatin….
Pengumuman SBMPTN diajukan tanggal 8 Juli jam 17.00 WIB. Hari senin pagi, aku bangun pagi dan hal pertama yang aku ingat adalah “wah hari ini pengumuman” dan jantungku mulai berdegup kencang. Begitu terus sepanjang hari. Demi mereda keteganganku aku nyoba tidur siang, tapi gak bisa. Hatiku gak tenang. Akhirnya, untuk mengalihkan perhatian aku nonton Super Show 4 in Osaka di laptop terus marathon ke  drama korea. Wah gak terasa udah jam 3 sore, aku tetep  lanjut nonton drama korea disertai dengan degupan jantung yang makin kencang. Jujur aku takut. Takut gak lolos lebih tepatnya. Tapi aku terus ngeyakinin diriku sendiri bahwa aku pasti lolos. Oh iya, tahu gak? Semenjak aku dinyatain gak lolos SNMPTN sejak saat itu pula aku jadi maniak Pelangi. Aku punya keyakinan bahwa selalu ada pelangi dibalik hujan. Begitu pula denganku, meski aku gak lolos SNMPTN aku juga yakin bahwa Tuhan menyediakan pelangi yang sangat indah untukku dalam wujud, aku lolos SBMPTN. Itulah yang aku yakini dan berhasil menjadi kekuatanku selama hari-hari menunggu pengumuman hasil SBMPTN.
Jam 4 sore, sekarang bukan lagi jantungku yang deg-degan tapi perutku juga mules. Dadaku juga sampai terasa sesak saking aku deg-degan terus. Aku kesusahan bernapas di 30 menit menjelang pengumuman. Aku lagi-lagi nyari kesibukan untuk ngalihin perhatian. Kali ini aku milih main game. Tapi tetep gak mempan! Bukannya konsentrasi terpusat pada game yang aku mainin, hatiku malah jadi semakin gak tenang. 3 menit sebelum jam 5 sore, aku putusin untuk ngecek. Eh kok modemku malah gangguan, lama banget nyambung ke internetnya. Setelah berulang kali nge-restart laptop akhirnya aku berhasil terhubung ke internet jam 5 lewat 10 menit. Aku buka laman resmi pengumuman SBMPTN dan walaaa~ aku diterima di Sosiologi UNS! Uyeee~ eh sebentar! Apa? Sosiologi? Tapi cita-citaku kan jadi guru bahasa inggris? Entah karena sedih atau gembira, saat itu aku langsung nangis. Aku sendiri gak tahu, aku nangis karena sedih atau karena gembira. Yang aku tahu aku cuma pengin nangis. Satu hal yang bikin lega, akhirnya aku dapet PTN juga. Aku gak harus ambil UM. Aku gak harus pusing nyari PTS. Intinya aku sudah sangat bersyukur bisa diterima di UNS. Sosiologi yang awalnya cuma jadi cadangan, malah menjadi tempat aku menuntut ilmu nantinya. Sosiologi yang gak pernah aku pikirin sebelumnya, Tuhan malah menempatkan aku di sini bukan di jurusan yang aku idam-idamkan sejak kelas X. Ibuku yang saat itu juga melihat aku menangis, nasihatin aku gini “gak usah nangis. Itu berarti Tuhan gak ngijinin kamu jadi guru, yun. Pokoknya nanti kamu harus belajar sungguh-sunggguh!”
Di satu sisi aku lega, di sisi lain aku sedih. Aku terpaksa mengubur cita-citaku untuk jadi guru. Tapi aku yakin dengan sepenuh hati, bahwa memang inilah jalanku. Tuhan menutup pintu untukku di SNMPTN, agar Ia bisa membukakan jalan lain yang lebih indah, yakni lewat jalur SBMPTN ini. Banyak orang berkata, jalur SBMPTN itu adalah perjuangan yang sesungguhnya dan seseorang berkata padaku bahwa mereka yang lolos SBMPTN adalah pemenang sesungguhnya. Jelas saja, kami para pejuang SBMPTN berhasil mengalahkan ratusan ribu peserta lainnya dengan usaha kami sendiri, dengan keringat kami sendiri! Itu yang membuatku tak henti-hentinya mengucap syukur kepada Tuhan. Aku telah berhasil lolos dengan usahaku sendiri. Aku diterima di UNS dengan usahaku sendiri, itu yang akan memotivasiku untuk kuliah sungguh-sungguh di sana. Perjuanganku yang mati-matian selama ujian SBMPTN, aku bahkan hampir pingsan saat mengerjakan soal ujian, terbayar sudah.

Kiranya ceritaku ini bisa memotivasi kalian, adik-adikku yang saat ini duduk di kelas XII, untuk kalian calon pejuang SNMPTN maupun SBMPTN tahun 2014. Ingatlah, jika kalian nanti gagal di SNMPTN, kalian harus bangga karena di SBMPTN lah perjuangan yang sesungguhnya. Namun, apabila kalian kembali gagal di SBMPTN, segera bangkit dan kembali kobarkan semangat kalian, jalur masuk PTN ada banyak. Belajar, berdoa, dan iman adalah bekal utama untuk mendapatkan PTN impian kalian. 

Pengalaman saya etika menghadapi SBMPTN 2013

Assalamu'alaikum Wr.Wb
Perkenalkan nama saya Rahmaniansyah Dwi Putri , saya adalah siswi dari
SMAN 4 Cimahi .
Saya ingin bercerita tentang pengalaman saya .
Jujur saja tidak lolosnya dalam SNMPTN membuat saya putus asa . Karena
saya sangat optimis akan diterima , namun pada kenyataannya saya gagal.
.Saya mengakui , walau saya anak IPA namun saya jatuh pada pelajaran
IPA kecuali matematika . Begitu saya melihat soal latihan SBMPTN saya
putus asa untuk belajar karena saya tidak mengerti kimia,fisika dan
Biologi .Selama 2 tahun saya hanya mengikuti pembelajaran tanpa
belajar mengenainya ,mungkin kalau nilai pas2an. Maka saya hanya
memperdalam TPA dan TKD .Ketika ada try out, passing grade saya tidak
pernah sampai kepada apa yang saya harapkan.H-2 saya mengikuti acara
gathering dari tempat bimbingan saya , banyak motivasi yang di
sampaikan oleh pembimbing dan hal yang paling saya ingat adalah :
1. Berhentilah merasa Percaya Diri karena kita harus merendah agar
do'a kita di dengar Allah SWT
2. Keberuntungan adalah sikap kesiapan diri untuk menerima segalanya
3. Berdoalah yang spesifik
Saya pun mencoba untuk tidak terlalu percaya diri , dan bukan berarti
saya pesimis . Di hari H saya gugup sekali karena saya melihat orang2
sekitar saya genius semua mungkin ya ?? habisnya saya satu2 nya orang
cimahi di lokasi ujian saya . Namun saya tetap berdoa dan sebelum
ujian di mulai saya berdzikir dan membaca beberapa doa .
Dan Alhamdulillah saya lolos Ujian SBMPTN 2013 dan masuk di UPI
jurusan ILMU KOMPUTER
Buat adik2 yang baca pengalaman saya ini semoga bermanfaat dan bisa
bantu adik2 untuk tidak berkecil hati .
Wasalamu'alaikum Wr.Wb

PERJUANGAN FARIS di UNS 2013

Nama saya adalah Faris Akbar dari Bumiayu kab.Brebes. Lulusan Smk muh.01 Paguyangan th 2012. Awal perjuangan, Dimulai ketika saya mengikuti program Bidik misi 2013. Namun ketika mengajuka rekomendasi ke sekolah ternyata ditolak, Sampai ku coba  ke 3x nya ternyata bisa. Ketika itu saya langsung mendaftar Seleksi Mandiri Jalur Bidik Misi, Saya mendaftar di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) namun semuanya tidak berjalan sengan baik, Saya gugur alias tidak diterima di ISI Surakarta.



                  Tetapi saya tidak menyerah saya terus mendaftar SBMPTN di UNS solo dan saya pilih jurusan Psikologi, Arsitektur dan DKV, Sekarang sedang menunggu pengumuman tgl 12 juli mendatang. Saya sangat berharap besar agar saya diterima di UNS solo untuk terakhir kalinya. “Apapun jurusanya, saya ikhlas asalkan saya diterima di UNS solo, sebab saya ingin sekali kuliah di UNS tsb.” Ujar Faris.
“Saya minta do’anya  teman-teman agar saya diterima di UNS solo.” Terima Kasih.

                                                                                                                          By : Faris Akbar

Sabtu, 22 Juni 2013

Siswa Berkebutuhan Khusus Siap Bersaing di SBMPTN


REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) kembali digelar.  Sebanyak 37.682 peserta mengikuti  ujian seleksi  tersebut di Kota Bandung.



Mereka akan mengikuti ujian tertulis yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia pada hari Selasa (18/6/2013) dan Rabu (19/6).  Mereka akan bersaing ketat  untuk masuk ke perguruan tinggi negeri pilihannya.

Pada pelaksanaan  SBMPTN di Kota Bandung,  ada 19 peserta yang masuk kategori berkebutuhan khusus. Mereka di antaranya peserta tuna netra, tuna rungu, tuna daksa dan peserta yang sakit atau kecelakaan.

Para peserta berkebutuhan khusus ini menjalani ujian tulis di Labtek V Institut Teknologi Bandung (ITB), Jl Ganeca, Kota Bandung. Dalam mengerjakan soal ujian mereka  ditemani oleh pendamping untuk membatu membacakan soal dan mengisi jawaban.

Salah satu peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Yaya Firmansyah (17 tahun) asal Kabupaten Sukabumi datang dengan menggunakan kursi roda,  Peserta yang memilih jurusan Pendidikan Luar Biasa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) itu mengaku optimis lulus SBMPTN. Ia ingin membuktikan bahwa siswa berkebutuhan khusus pun mampu bersaing dengan peserta lain.

Jumat, 21 Juni 2013

Joki SBMPTN Yogya Berkeliaran Secara Terbuka

TEMPO.CO, Yogyakarta - Panitia lokal seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan peserta calon mahasiswa yang tertangkap basah memakai jasa joki di kelas ujian Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga pada Selasa lalu merupakan korban. Anwar Effendi, juru bicara panitia lokal tersebut, mengatakan peserta asal luar Jawa itu bertemu dengan joki di gerai Bank Mandiri, tempat pembayaran pendaftaran yang ada di sekitar Universitas Negeri Yogyakarta. "Dia lalu diajak ke rumah makan dan ditawari joki SBMPTN. Joki tadi juga menawari jasa fasilitas memasuki kampus ternama lainnya," ujarnya kemarin.

Menurut Anwar, data yang diperoleh tim pengawas UIN Sunan Kalijaga menyebutkan peserta pemakai joki itu diminta membayar terlebih dulu separuh dari biaya jasa joki. Joki yang menawari jasa pengiriman jawaban ujian tersebut lalu memberikan ponsel berbentuk jam tangan. "Peserta ini jelas korban penipuan. Sekolah dan orang tuanya sudah kami hubungi. Kalau dia mau lapor polisi, akan kami fasilitasi," ucapnya.

Penemuan pemakai jasa joki dalam SBMPTN hari pertama memicu kewaspadaan pengawas di kampus lain. Anwar menambahkan, laporan detail tentang penemuan kasus joki memang tak hanya ditulis dalam berita acara untuk panitia pusat, tapi juga disebarkan ke tim pengawas di Universitas Gadjah Mada dan UNY. Koordinator tim pengawas SBMPTN dari UIN Sunan Kalijaga, Casmini, tetap tidak mau berbicara banyak mengenai hasil pemeriksaan terhadap seorang peserta yang diduga memakai jasa joki pada hari pertama ujian SBMPTN di kampusnya. "Maaf, kami masih mendalami kasus ini."

Sementara itu, koordinator pengawas SBMPTN kelompok pilihan saintek yang berlokasi di kampus UGM, Rizal Mustansyir, mengatakan juga meningkatkan pengawasan pasca-penemuan aksi perjokian pada hari pertama ujian kelompok pilihan campuran di UIN Sunan Kalijaga. "Kami waspadai setiap indikasi dan langsung menelusuri kebenarannya," kata dia.

Namun, Rizal melanjutkan, pengawas di UGM hanya menemukan sejumlah indikasi tanpa ada bukti kuat. Dia mencontohkan, adanya tiga peserta ujian di kelas kampus Fakultas Geografi, Geodesi, dan Geologi yang memiliki nomor pendaftaran ganda. "Setelah kami telusuri, ternyata nomor pendaftaran lainnya memang kosong, jadi tidak dipakai untuk perjokian," ujarnya.

Menurut Rizal, pengawas juga sempat menemukan profil peserta yang wajahnya tidak mirip dengan gambar foto di data pendaftaran. Tapi, ternyata, peserta itu tampak kurang mirip dengan gambar di foto pendaftarannya karena saat mengikuti ujian memakai jilbab. "Di foto pendaftaran, dia tidak berjilbab. Setelah dicek satuan keamanan putri, peserta tadi bukan joki," ujarnya.

Temuan terakhir, ada salah satu peserta di kelas kampus Fakultas Psikologi UGM yang masih membawa ponsel saat melaksanakan ujian. Peserta itu membawa dua ponsel, tapi hanya satu yang diserahkan kepada pengawas ujian. "Dia hanya lupa tidak menyerahkan. Kami cek data pesan dan panggilan di ponselnya, tidak ada indikasi informasi jawaban," tutur Rizal.

Rizal mengatakan semua pemeriksaan terhadap peserta yang mencurigakan dilakukan tim pengawas di luar waktu ujian. Hasil penelusuran cukup meyakinkan karena semua orang tua peserta yang diperiksa juga sudah dihubungi. "Hasilnya kami catat di berita acara," katanya.

Pensil Bluetooth dan Gelang Komunikasi di SBMPTN

TEMPO.CO , Jakarta:Setiap tahun selalu saja ada cara untuk mencurangi pelaksanaan seleksi masuk perguruan tinggi negeri. Tahun ini, panitia menduga adanya penggunaan gelang yang digunakan untuk berkomunikasi selama berlangsungnya Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Ketua Panitia Pusat Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri Akhmaloka mengatakan Panitia Lokal Yogyakarta telah melaporkan indikasi pelanggaran penggunaan gelang yang diduga dapat digunakan untuk berkomunikasi ke kepolisian setempat. Pelaporan itu bertujuan agar ada pemeriksaan lanjutan tentang kegunaan gelang tersebut.


"Laporannya sudah masuk, kami sedang menunggu hasil pemeriksaan," kata Akhmaloka saat dihubungi, Kamis, 20 Juni 2013.

Akhmaloka mengatakan hasil pemeriksaan itu juga bertujuan menyelidiki jika gelang tersebut digunakan oleh sebuah sindikat atau perorangan. Ia menjelaskan ada kemungkinan pelanggaran tersebut dijalankan dengan sistem jaringan joki. "Kalau digunakan untuk berkomunikasi, berarti bukan hanya seorang," kata dia.

Sementara Panitia Lokal Jakarta, kata Akhmaloka, menemukan peserta yang memakai pensil berbluetooth. Temuan ini pun, kata dia, tengah diselidiki oleh panitia pelaksana. Akhmaloka menjelaskan jika terbukti bersalah hasil ujian akan dianulir dan dinyatakan gagal seleksi.

Dari jumlah 590.000 peserta yang mengikuti SBMPTN, Akhmaloka mengatakan hanya 90.000 yang akan diterima di 62 perguruan tinggi negeri lewat jalur ini. Angka ini merupakan 30 persen dari jumlah mahasiswa baru yang akan diterima.

Sementara Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri beberapa pekan yang lalu mempunyai kuota 50 persen atau 130.000 mahasiswa. Ujian ini menggunakan penilaian rapor semasa SMA dan hasil ujian nasional. “Sisanya diterima melalui jalur mandiri,” kata rektor Institut Teknologi Bandung ini. Tak semua perguruan tinggi negeri membuka jalur mandiri.

Minggu, 16 Juni 2013

Demi Tembus SBMPTN, Ayu Rela Bimbel di Yogyakarta

JAKARTA - Pelaksanaan ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2013 tinggal menghitung hari. Berbagai persiapan yang telah dilakukan para peserta siap mereka tampilkan demi hasil terbaik.

Di balik persiapan yang dilakukan para peserta, baik dengan mengikuti bimbingan belajar maupun mengerjakan latihan soal, ternyata ada cerita menarik yang mereka miliki. Ayuning Sekar Suci misalnya. Lulusan SMAN 1 Pontianak itu rela ikut bimbel di Yogyakarta demi mempersiapkan diri menghadapi SBMPTN.


"Saya ikut bimbel karena kemauan sendiri. Kenapa jauh-jauh ke Yogyakarta? Pertama, cari kualitas bimbel yang lebih bagus dan kedua cari suasana baru sekalian latihan hidup mandiri," ujar Ayu kepada Okezone melalui Blackberry Messanger (BBM), Minggu (16/6/2013).

Walaupun telah mengikuti bimbel selama sekira dua bulan, Ayu justru merasa pesimis dapat menembus seleksi lubang jarum itu. Namun, dia sudah mempersiapkan cadangan universitas swasta jika tidak dapat menembus SBMPTN dan jalur mandiri.

"Teman-teman saya sih optimistis, tapi kalau saya tidak. Saingannya itu bikin nyali jadi ciut," ungkap dara yang memilih jurusan Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) itu sebagai pilihan pertama.

Untuk itu, dara berkerudung itu pun mengaku pasrah dengan semua usaha yang telah dilakukannya dalam mempersiapkan diri sebelum SBMPTN. Sebab, menurut Ayu, setiap usaha akan terasa lengkap jika diiringi dengan doa.

"Saya sudah ikut bimbel dan rajin ikut mengerjakan latihan soal. Tapi saya tetap meluangkan waktu untuk istirahat dan bukan hanya mengandalkan kekuatan sendiri tapi tetap mengandalkan kekuatan Tuhan dengan berdoa," tutup Ayu. (mrg)

Kamis, 06 Juni 2013

Cara Memotong Foto 4×6 Untuk SBMPTN

Assalamualaikum Wr. Wb.
Pendaftaran SBMPTN sudah dimulai sejak sebulan lalu dan batas pendaftarannya hari jumat tanggal 7 juni 2013. Pada saat pendaftaran foto harus berukuran 4×6, jika tidak memenuhi syarat maka bisa fatal nih. Jadi saya akan berbagi tutorial untuk memotong pasfoto anda menjadi ukuran 4×6.
farizal-0501
Apapun yang terjadi jangan tiru adegan diatas.
Sebenernya tutorial ini gak cuma untuk SBMPTN, namun mudah-mudahan juga bisa bermanfaat untuk keperluan pendaftaran lainnya. Caranya cukup gampang menggunakan program adobe photoshop.

Oke. Berikut langkah-langkahnya:

1. Buka pas foto anda dengan program adobe photoshop.

2. Pilih alat pemotong (crop tool) di bagian tools atau anda bisa menekan tombol C pada keyboard. Seperti digambar ini.

farizal-051

3. Setelah itu anda atur 4 cm untuk width dan 6 cm untuk height.

farizal-053

4. Habis itu di drag ke foto anda, dan sesuaikan ukuran. Syarat SBMPTN persentase wajah anda harus 40% misal seperti ini. Pastikan tepat tengah-tengah ye.

farizal-054

5. Jika sudah disesuaikan, maka sekarang atur size gambar supaya tidak melebihi limit (maks 100kb gambar). Caranya image>size ubah ke width 400 x 600 atau berapa gitu, sesuaikan skala tetap 4×6. Jika sudah klik OK.

Farizal 4x6c
Foto diatas mengandung racun. Segala resiko ditanggung anda apabila melihat foto tersebut.

6. Simpan gambar, agar ukuran file tidak terlalu besar atur kualitasnya ke high atau medium atau bisa juga low. Asal muka tidak jelek burem.

Sekian tutorial dari saya, semoga bermanfaat. Apabila ada pertanyaan silakan komentar.
Wassalamualaikum Wr. Wb

Senin, 03 Juni 2013

Mau Tahu Berapa Biaya Kuliah di PTN seluruh Indonesia ? Ini Dia Daftarnya

Mau Tahu Berapa Biaya Kuliah di PTN seluruh Indonesia ? Ini Dia Daftarnya -
JAKARTA — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mempublikasikan daftar uang kuliah tunggal perguruan-perguruan tinggi negeri. Daftar tersebut terlampir dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan no. 55/2013.
Uang kuliah tunggal (UKT) adalah satu-satunya biaya kuliah yang dipungut PTN dari mahasiswa, dan pemungutan uang pangkal tidak lagi diperbolehkan. Mulai tahun ajaran 2013/2014, UKT ditetapkan secara terpusat untuk tiap program studi tiap PTN. UKT merupakan hasil dari pengurangan biaya kuliah tunggal dengan subsidi yang dibayarkan pemerintah kepada PTN.


Dalam lampiran Permendikbud no 55/2013 UKT dibagi menjadi hingga 8 kelompok tarif berdasarkan kemampuan ekonomi mahasiswa. Pengelompokan tarif ditetapkan berbeda tiap program studi per PTN. PTN wajib memberlakukan 2 kelompok UKT dengan nilai pungutan terendah (kelompok I dan II) kepada masing-masing 5% dari jumlah mahasiswa yang diterima.
Untuk informasi lebih lengkap mengenai daftar UKT dari berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia, silakan menyimak daftar pada tautan berikut ini: http://goo.gl/qSUuQ

Sabtu, 01 Juni 2013

Tips dan Trik TERJITU menghadapi soal TPA Mudah

Tips dan Trik TERJITU menghadapi soal TPA Mudah - adapun macam tes TPAsbb:
I. Tes Verbal
>Tes Sinonim
>Tes Antonim
>Tes Padanan Hubungan
>Tes Pengelompokan Kata

II. Tes Angka
>Tes Aritmetik
>Tes Seri Angka
>Tes Seri Huruf
>Tes Logika Angka
>Tes Angka Dalam Cerita



III. Tes Logika
>Tes Logika Umum
>Tes Logika Analisa Pernyataan dan Kesimpulan
>Tes Logika Cerita
>Tes Logika Diagram

IV. Tes Gambar
Tes Padanan Hubungan Gambar
Tes Seri Gambar
Tes Pengelompokan Gambar
Tes Bayangan Cermin
Tes Identifikasi Potongan Gambar

berikut tips mudahnya
1. Satu bulan sebelumnya berlatihlah soal-soal TPA sebanyak mungkin. Dan patuhilah batasan waktu dalam mengerjakan TPA yang ada. Ini penting untuk membiasakan diri anda bekerja cepat menyelesaikan soal-soal tersebut. Jika anda tidak mematuhi batasan waktu tersebut, anda aka terbiasa mengerjakannya dengan santai dan dalam waktu yang lama. Jika ini terjadi, maka anda akan mengalami kesulitan pengaturan waktu saat tes TPA yang sebenarnya. Latihan soal-soal TPA sebanyak-banyaknya akan membuat anda akrab dengan berbagai jenis dan model soal.

2. Dalam tes TPA, tes angka yang diberikan umumnya adalah angka-angka yang bisa dikerjakan tanpa harus menggunakan rumus-rumus matematika tertentu yang rumit. Oleh sebab itu, tak perlu anda menghafal berbagai macam rumus-rumus matematika yang rumit untuk menghadapi tes TPA, karena akan membebani anda saja. Yang diperlukan adalah logika berpikir terstruktur.
3. Saat anda mengerjakan soal-soal TPA, kondisikan diri anda dalam keadaan yang konsentrasi tapi rileks. Tidak tegang. Tidak panik.

4. Sebelum mulai mengerjakan, lihatlah jumlah soal dan jumlah waktu yang diberikan. Lalu hitunglah berapa alokasi waktu persoal. Misalkan persoal, anda punya waktu 30 detik, maka kerjakanlah masing-masing soal maksimal dalam waktu 25 detik saja. Sisa 5 detik ini penting untuk mengerjakan soal-soal yang terlewati atau masih ragu-ragu dalam jawaban. Jika dalam waktu 25 detik, anda tidak mampu menemukan jawabannya, lewati saja. Pokoknya lewati saja.

5. Selain mematuhi alokasi waktu per soal, upayakan pula menabung waktu. Jika dalam mengerjakan satu soal anda hanya membutuhkan 23 detik, maka anda dapat menabung 7 detik. Ini sangat penting artinya di saat-saat akhir. Karena anda akan sangat memerlukan waktu untuk mengulangi soal yang terlewati, soal yang masih ragu-ragu jawabannya,dan meneliti ulang lembar jawaban apakah arsiran pensilnya sudah hitam sempurna.

6. Jika anda menemukan soal (terutama soal dari tes angka) yang bentuknya belum pernah anda temukan sebelumnya dan anda tidak tahu bagaimana mengerjakan soal tersebut, maka jangan ambil pusing.
YA, JANGAN AMBIL PUSING
Lewati dulu. Berpusing-pusing ria terhadap soal tertentu yang anda belum tahu bentuknya danbagaimana mengerjakannya, akan menguras energi otak dan menguras stamina berfikir anda.

7. Jangan sekali-kali merasa penasaran dengan soal tertentu. Soal manapun saja. Disiplinlah dengan alokasi waktu per soal. Ikuti aturan GBYL. Gak Bisa ? Ya Lewati. Rasa penasaran terhadap soal tertentu ini sangat merugikan. Rasa penasaran ini dapat ”mengusik” konsentrasi anda dalam
mengerjakan soal-soal berikutnya.

8. Jangan pilih kasih terhadap soal tertentu. Semua soal adalah sama bobot nilainya. Oleh karena itu, setiap soal mendapatkan alokasi jatah waktu yang sama.

9. Berdasarkan penelitian ilmiah, kondisi psikis, mental dan kinerja otak memiliki hubungan erat. Jika kondisi psikis tenang, maka otak anda berada pada gelombang tertentu yang sangat kondusif untuk berpikir secara optimal. Oleh sebab itu, sebelum melaksanakan tes TPA, bagi anda yang muslim, sempatkanlah pergi ke mushola atau ruangan untuk sholat, untuk melaksanakan sholat hajat (sholat dalam rangka bermohon sesuatu). Bermohonlah kepada Allah agar anda dapat melaksanakan tes TPA ini dengan baik dan melampaui skor minimum yang diharapkan. Anda dapat pula mencontoh doa Nabi Musa ketika yang bermohon agar dipermudah urusannya, yaitu : (Ya Allah) ”Yassirlii Amrii...” Yang artinya Ya Allah, mudahkanlah urusanku. Dengan melaksanakan sholat hajat sebelum tes dan do’a tersebut, Insya Allah anda akan merasakan kondisi psikis dan mental yang lebih baik. Lebih tenang. Sehingga otak anda berada pada kondisi optimal untuk berpikir.

10. sudah maksimal berusaha? Berdoalah. sebelum dan sesudah mengerjakan tes. Dan bertawakkal terhadap hasil yang diterima. (klo hasilnya mengecewakan, berbesar hatilah.. sapa tau emank bukan jodoh dsini )

Rabu, 29 Mei 2013

Anak Tukang Jahit Ini Berharap Bisa Lanjutkan ke Perguruan Tinggi

detik.com Lamongan - Mendapat nilai tertinggi UN se Jawa Timur sekaligus peringkat 2 tingkat nasional tidak membuat Ardi Pranata gembira. Ardi yang lulus dari SMK NU 1 Lamongan ini justru dirundung sedih, karena terancam tidak bisa melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

Penyebab Ardi tidak bisa melanjutkan sekolah karena terbentur faktor ekonomi. Ardi anak ketiga dari tiga bersaudara ini tinggal bersama ibunya yang mengadalkan nafkah menjadi penjahit, sedangnkan bapaknya sudah lama meninggal dunia.

Saat ini, Ardi dan ibunya Liana (50), tinggal di Desa Pengangsalan, Kecamatan Kalitengah. Ibu Ardi tak kuasa menahan air matanya ketika tahu jika anaknya nomor tiga berhasil lulus sekolah dengan predikat kedua terbaik tingkat nasional.


Air mata Liana tersebut bukan air mata kesedihan, tetapi adalah tangis haru seorang ibu yang selama ini hidup sendiri tanpa suami. "Saya terharu dengan prestasi anak saya," kata Liana, saat ditemui detikcom di kediamannya, Minggu (26/5/2013).

Keharuan tersebut menurut Liana, meski hanya anak seorang tukang jahit, Ardi bisa meraih peringkat kedua UN tingkat Jatim dan sekaligus peringkat ke dua tingkat nasional untuk SMK, dengan nilai 38,20 menyamai nilai Ahmad Syafi'I dari SMKN 1 Tuban.

Sayangnya, di tengah kegembiraan tersebut, sang ibu dan Ardi merasa gundah. Pasalnya dengan prestasi yang didapat anaknya tersebut, ternyata Ardi belum bisa melenggang untuk melanjutkan studinya ke perguruan tinggi.

Ketiadaan biaya membuat Liana gundah karena dirinya hanya seorang tukang jahit. Liana mengaku, penghasilannya sebagai seorang tukang jahit yang tinggal di desa dan ketiadaan suami dalam rumah tangganya tidak memungkinkan bagi Liana untuk membiayai anaknya ke perguruan tinggi.

"Apa ya mungkin bisa sekolah lagi, wong biaya saja saya tidak ada," ujarnya.

Sementara, prestasi gemilang yang ditorehkan Ardi ternyata tidak didapat secara instan. Kerja keras dan ketekunan dalam menjalani hidup, baik di sekolah maupun di rumah, menjadi kunci utama keberhasilannya.

Dengan segala keterbatasannya ini, Ardi hanya berharap agar ada bantuan pemerintah agar bisa melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. "Saya sebenarnya ingin melanjutkan ke Unesa Surabaya," ujar Ardi penuh harap.

IAIN Walisongo Sediakan 552 Kursi Jalur SBMPTN

SEMARANG - IAIN Wali­so­ngo Semarang menyediakan 552 kursi untuk mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2013. Mulai tahun ini, perguruan tinggi agama itu turut menyelenggarakan seleksi melalui ujian tertulis bersama Unnes dan Undip.
Pembantu Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Walisongo Dr Musahadi MAg mengatakan, mulai tahun ini IAIN turut menerima mahasiswa baru melalui jalur SBMPTN. Tahun ini, 552 kursi akan disediakan bagi mereka yang diterima dari jalur tersebut.
’’Ini merupakan peluang lain bagi lulusan SMA/MA/SMK untuk masuk IAIN Walisongo melalui jalur lain, di samping Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru-Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (SPMB-PTAIN),’’ ungkapnya saat ditemui di ruang sidang rektor kampus tersebut, Rabu (29/5).



Pada tahun ini totalnya IAIN akan menerima 2.675 mahasiswa melalui empat jalur. Yaitu jalur SBMPTN, SPMB-PTAIN jalur tulis dan prestasi, dan Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Mandiri.
  
’’Daya tampung SBMPTN 552 mahasiswa, SPMB-PTAIN jalur prestasi 1.081 mahasiswa, jalur tulis 504 mahasiswa, dan PMB jalur mandiri 538 mahasiswa,’’ katanya.
Terdapat 22 program studi (prodi) yang ditawarkan dalam SBMPTN. Di antaranya Pen­di­dikan Agama Islam, Tadris Bio­logi, Tadris Matematika, Tadris Kimia, Tadris Fisika, Bahasa Inggris, Perbankan, dan Ekonomi Islam. Seperti Unnes dan Undip yang menyelenggarakan SBM­PTN, pendaftaran seleksi tersebut di IAIN juga dilakukan pada waktu yang sama. Pendaftaran online akan ditutup pada 7 Juni 2013, sedangkan ujian tertulis 18-19 Juni. (K3-60)

Selasa, 28 Mei 2013

Kelulusan SNMPTN Dibatalkan Jika Ikut SBMPTN

JAKARTA, KOMPAS.com - Panitia Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013 memberlakukan peraturan ketat pada para peserta yang dinyatakan lolos seleksi ini. Mereka harus mempertaruhkan kelulusan di jalur seleksi nilai rapor ini jika memutuskan mengikuti seleksi jalur tertulis atau yang dikenal dengan nama Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), bulan depan.

Ketua Panitia SNMPTN 2013 Akhmaloka mengakui bahwa setiap peserta yang dinyatakan lolos SNMPTN 2013 tetap memiliki hak untuk mengikuti tes lainnya. Apalagi, jika ada siswa yang masih merasa kurang puas karena tidak lulus di pilihan pertamanya di SNMPTN 2013.

"Tapi kalau ikut tes SBMPTN, keterterimaannya di SNMPTN itu digugurkan. Kami coret dari keterterimaannya di SNMPTN," ungkapnya dalam keterangan pers di kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), Senin (27/5/2013) sore.

Rektor ITB ini mengatakan, sebenarnya dirinya tidak menganjurkan mereka yang sudah lolos SNMPTN untuk ikut lagi dalam seleksi tertulis. Ini semata-mata agar tidak mengurangi peluang siswa-siswa lainnya yang memang tidak lulus seleksi nilai rapor sebelumnya.

Hasil SNMPTN 2013 sudah diumumkan kemarin  Ada 133.604 siswa yang dnyatakan lolos seleksi nilai rapor ini. Namun, Akhmaloka mengatakan bahwa para peserta yang lolos belum sepenuhnya diterima oleh perguruan tinggi negeri yang bersangkutan.

Para peserta baru dinyatakan diterima jika pihak PTN masing-masing sudah melakukan verifikasi data akademik dan data kemampuan ekonomi siswa yang dinyatakan lolos SNMPTN.

"Kalau dinyatakan lolos verifikasi, baru ditetapkan sebagai yang diterima dan bisa mendafar sebagai mahasiswa baru," tandasnya.

Sementara itu, SBMPTN 2013 atau seleksi tertulis baru akan digelar 18-19 Juni serta 20-21 Juni mendatang. Pendaftarannya sudah dibuka 13 Mei lalu dan akan ditutup 7 Juni mendatang.

Berebut Kuota 30 Persen SBMPTN

MAKASSAR, FAJAR -- Mahasiswa baru (maba) yang lulus lewat jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di Sulsel sebanyak 6.462 orang. Meski demikian, calon maba (camaba) yang belum tertera namanya pada pengumuman hari ini, jangan berkecil hati.

Masih ada dua jalur tersisa bagi yang berminat masuk PTN. Pembantu Rektor I Bidang Administrasi Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Dr Sofyan Salam mengatakan, dua jalur yang tersisa untuk penerimaan maba adalah jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan jalur mandiri.

SBMPTN digelar serentak di seluruh Indonesia. Pendaftaran jalur ini berakhir pada 7 Juni 2013 mendatang. Ujian akan digelar pada 18 juni. "Jumlah pendaftar telah mencapai angka 4.000 lebih," katanya.

Sofyan menambahkan, UNM menerima maba sekitar 5.000 orang tahun ini.  Dari jumlah tersebut, hanya 30 persen atau sekitar 1.800 orang yang akan diterima melalui jalur SBMPTN.

Wakil Rektor I Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Dr Dadang Ahmad Suriamiharja mengatakan, kuota maba melalui jalur SBMPTN hanya 30 persen dari seluruh maba yang akan diterima. "Yang mendaftar sekitar 5.000 orang," katanya, Senin 27 Mei.

Kepala Bagian Humas Unhas, Iqbal Sultan menambahkan, kuota SBMPTN di Unhas juga hanya 30 persen dari sekitar 5000-an maba yang akan diterima. "Kita juga membuka jalur mandiri dengan kuota 20 persen jumlah maba yang akan diterima," tandasnya. (sam/rif)

Senin, 20 Mei 2013

Pengumuman hasil UN UNAS ujian SMA/SMK/SMP/SD 2013

Pengumuman hasil UN UNAS ujian SMA/SMK/SMP/SD 2013 - Hasil un 2013 - Pengumuman untuk hasil UN UAN UNAS 2013 merupakan sesuata yang sangat ditunggu oleh ratusan pelajar di seluruh Indonesia. Pengumuman ujian SMA/SMK banyak dicari2 khususnya untuk para pelajar yang antusias dengan nilai ujian mereka.

Menteri Pendidikan, M. Nuh memberikan konfirmasi tentang pengumuman ujian nasional bahwasanya tanggal pengumuman ujian akan diumumkan menurut jadwal yang sudah ditentukan meskipun kemarin sempat terjadi penggeseran akibat penundaan jadwal unas

Pengumuman UN SMA/SMK

Untuk hasil UNAS SMA/SMK sederajat akan diumumkan pada tanggal 24 Mei 2013. Keputusan tersebut sudah ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan sudah tidak dapat berubah. Alasan tersebut diungkapkan karena sudah disesuaikan dengan jadwal penerimaan siswa baru/SNMPTN 2013.

Pengumuman UNAS SMP/MTS

Sedangkan hasil UN SMP/MTS sederajat akan dilakukan bersamaan dengan kerjar peket B yakni pada tanggal 1 Juni 2013. Hasil tersbut juga sudah ditetapkan oleh Menteri kita.

Pengumuman UN SD/MI

Dan yang terakhir untuk tingkat SD/MI/SDLB hasil pengumuman UN 2013 dilakukan pada tanggal 8 Juni 2013.

Dengan hasil ujian 2013 di atas semoga adik-adik lulus dengan nilai yang memuaskan dan diterima di jenjang sekolah yang diinginkan.

Sekian info pendidikan dari kami, semoga bermanfaat - Pengumuman hasil UNAS ujian SMA/SMK/SMP/SD 2013

Jangan Lihat Prospek Kerja

SAYA sering melihat, ketika mengadakan sosialisasi universitas di sekolah-sekolah di suatu daerah, masih banyak siswa yang mengedepankan materil dibanding kemampuan. Biasanya ini terjadi pada sekolah-sekolah yang sudah mempunyai nama di daerah tersebut.

Nama sekolah bukan jaminan kita bisa diterima di jurusan manapun yang kita mau. Masih banyak sekolah lain yang mungkin lebih berkompeten dari sekolah kita. Saya punya cerita di departemen (di IPB, departemen dianggap sebagai jurusan) saya yaitu Departemen Ilmu Komputer (Ilkom) Institut Pertanian Bogor (IPB).


Setiap tahunnya, Ilkom masuk dalam daftar 10 besar paling banyak peminatnya pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Undangan di IPB. Ketika mahasiswa baru ditanya kenapa masuk ke Ilkom, rata-rata menjawab ingin mendapat pekerjaan yang bagus karena di semua bidang, komputerisasi tidak dapat dihindarkan. Alhasil, setiap akhir tahun ajaran ada yang mengundurkan diri dari Ilkom karena tidak mampu berkutat dengan pelajaran yang tidak disukai dan dirasa sulit untuknya.

Lihat kemampuan dan minat
Dari kisah di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa banyak yang menggebu-gebu ingin masuk ke suatu jurusan tanpa melihat apa yang akan dipelajari dan tanpa melihat apakah dia mampu atau tidak.

Prospek kerja kerap kali dijadikan pilihan nomor satu bagi tiap siswa. Saya sering dengar juga banyak siswa yang bertanya "ka, jurusan A prospek kerjanya ke mana saja ya?". Prospek kerja bukan jaminan. Mudahnya begini, apakah semua mahasiswa yang ada pada jurusan yang baik akan mendapat pekerjaan yang baik pula?Jawabannya tidak jika pekerjaan yang dimaksud sesuai dengan prospek kerja yang ditawarkan.

Kemampuan kita lah yang akhirnya akan dinilai dalam dunia kerja. Ingat, kuliah bukan hanya masalah akademis, tapi soft skill seperti presentasi, public speaking dan lain-lain juga diperhitungkan. Banyak kok orang sukses yang muncul bukan dari jurusan yang populer. Yang penting, bagaimana kita bisa menjadi populer ketika kita berada pada jurusan yang kurang populer.

Pendidikan di Indonesia memang sering menuntut generasi pelajar untuk mementingkan materil daripada kemampuan dan minat yang bisa mengembangkan Indonesia agar menjadi lebih baik. Apapun jurusan kita, semoga kita dapat menekuninya dengan sungguh-sungguh dan meniatkannya untuk membuat Indonesia yang lebih baik dan bermartabat.

Muhammad Badar
Mahasiswa Departemen Ilmu Komputer FMIPA
Institut Pertanian Bogor (//ade)

Sabtu, 18 Mei 2013

Sukses BUKAN Hak Setiap Orang

Bingung baca judul tulisan ini, Gan?

Banyak yang bilang kalau sukses itu adalah hak setiap orang. Kalau pernyataan ini benar adanya, berarti semua orang di dunia ini sukses dong? Kenyataannya, kenapa banyak orang yang ngga sukses? Menjadi ngga masuk di akal rasanya kalau dikatakan sukses adalah hak setiap orang. Kenapa saya bilang begitu?

Karena pada umumnya, secara psikologis, manusia akan meminta haknya. Mereka mau mendapatkan haknya. Misal, makanan gratis adalah hak semua orang. Maka, semua orang akan menuntut haknya. Mana ada yang akan membayar? Contoh lain, udara adalah hak setiap orang. Mana ada yang mau bayar untuk menghirup udara?


Nah, begitu juga dengan kesuksesan. Kata siapa sukses adalah hak setiap orang? Kenapa ngga semua orang lantas meng-claim haknya?

Jadi, menurut saya yang benar adalah sukses adalah hak setiap orang yang benar-benar ingin sukses dan berusaha semaksimal mungkin tanpa pantang menyerah. Kok jadi panjang ya? Iya, karena ini adalah pernyataan yang benar.

Orang yang bilang sukses adalah hak setiap orang itu sedang 'bermimpi'. Mereka mau menghibur orang-orang yang ngga sukses; mau mencoba memotivasi orang-orang tersebut. Kalau saya mah, ngapain mencoba memotivasi? Bukankah lebih baik 'menampar' mereka yang sedang malas-malasan dengan bilang bahwa ngga semua orang akan sukses. Mungkin kamu adalah salah satunya!

Yeah, that's me.. saya bukan motivator. Saya entrepreneur yang kebetulan suka untuk sharing dan passionate terhadap anak-anak muda Indonesia. Pengen aja liat Agan-Agan semua bisa menjadi pemimpin sukses yang berintergitas, bisa ngga cuma bermanfaat untuk diri sendiri, sekeliling, tapi juga untuk bangsa ini. Amin!

See you ON TOP!

Billy Boen
Founder & Mentor "Young On Top"

CEO PT. YOT Nusantara
Shareholder Rolling Stone Cafe Jakarta Director
PT. Jakarta International Management

Informasi Jurusan D1 STAN

Tahun 2011 kemarin, STAN membuka penerimaan mahasiswa baru, namun saat itu cuma buka dua jurusan, yaitu D1 Pajak dan D1 Bea Cukai. Pada dasarnya jurusan yang dibuka di STAN ditentukan oleh proyeksi kebutuhan pegawai di tahun dimana calon mahasiswa lulus nanti, serta kebijakan pimpinan.

Mayoritas anak pasti lebih pengen kuliah di D3, dengan berbagai pertimbangan. Misalnya lebih tinggi pangkat dan pendapatan ketika lulus. Namun apakah sepenuhnya begitu? Nah seperti apakah kuliah di D1 STAN dan apa aja bedanya dengan D3?

Masa Kuliah
masa kuliah D1 cuma satu tahun, jadi cuma ada 2 kali masa semester, sehingga 'peluang' ter-DO itu relatif lebih kecil dari D3. tugas akhirnya juga ga terlalu sulit, yaitu membuat kayak makalah gitu

Tempat Kuliah
tempat kuliah ditentukan oleh pihak STAN ketika pengumuman hasil USM, bisa di STAN jakarta, atau di Balai Diklat Keuangan di daerah seperti bali, malang, makassar, medan, palembang, cimahi, jogja, pekanbaru, dll

Setelah Lulus
setelah lulus D1 STAN, maka akan ada psikotes. kemudian langsung magang sekitar 1 tahun. sehabis magang, akan ada Prajabatan yakni diklat pemantapan menjadi CPNS. Setelah lulus Prajab maka kita akan ditempatkan dan tinggal menunggu SK PNS. jadi ga langsung lulus D1, umur 18 tahun masih unyu2 kerja dan nrima gaji jutaan, tapi magang trus prajab dulu.

Masa Wajib Kerja
wajib kerja lulusan D1 adalah 4 tahun.

Penempatan Kerja
penempatan kurang lebih sama dengan yang D3, yaitu di seluruh indonesia

Karier
lulusan D1 masuk ke pegawai golongan II-A, sedangkan lulusan D3 masuk ke golongan II-C. Kenaikan pangkat PNS tiap tingkatan (dari II-A ke II-B dari II-B ke II-C dan seterusnya) yaitu empat tahun sekali dan dimungkinkan kenaikan pangkat dapat dipercepat dengan kesetaraan pangkat. Hal itu dapat dilakukan dengan menempuh pendidikan di luar jam kerja.Selain itu ada jabatan fungsional pegawai, mereka kebanyakan lebih cepat naik pangkat dari pada pejabat struktural.

FYI, lulusan S1 yang jadi PNS maka akan masuk golongan III-A, atau dalam arti selisih 8 tahun kenaikan pangkat berkala dari lulusan DIII atau 16 tahun dari lulusan DI. Jadi untuk sama golongan pangkatnya dengan lulusan S1, lulusan D1 harus bekerja 16 tahun dulu (apabila tidak melanjutkan kuliah).

Pendapatan
Gaji pokok pegawai II-A dengan masa kerja 0 tahun adalah 1,5 juta. kalo misal ditempatkan di Direktorat Jendral Pajak, maka akan mendapatkan tunjangan sekitar 2,6 juta. cukup tinggi bukan totalnya? selisih 'take home pay' dengan lulusan D3 cuma sekitar 800ribu (sama2 pegawai pajaknya fresh graduate). Untuk anak 18 tahun, pendapatan > 4 juta per bulan itu udah gede banget.

Kuliah Lagi
1. D3-khusus
Tiap tahun STAN juga mengadakan USM khusus anak D1 STAN (ga tau kalo taun depan, ada ga). jadi peserta USM adalah anak D1 STAN untuk dapat masuk D3-khusus. apabila diterima, maka akan kuliah dengan masih ber-status sebagai pegawai tapi ga kerja selama kuliah, tetep dapet gaji (walaupun, kalo ga salah, ga dapet tunjangan). tempat kuliah di kampus STAN Bintaro juga. (mending ga usah banyak tanya tentang D3-khusus, capek jelasinnya).

2. Kuliah biasa
kalo mau nerusin kuliah juga bisa, tapi ngambil yang sabtu-minggu. karena senin-jumat kan kerja. FYI, alumni STAN banyak yang ngambil jalan ini pula.

Plus-minus
plus (+)
1. Pastinya lebih cepat, cocok buat yang punya butuh mendesak (contoh: mesti segera biayai kuliah adek²nya)
2. Cuma melewati 2 kali masa smester, berarti tekanan frekuensi DO cuma dikit/bentar
3. Hemat umur
4. Beda take home pay dengan lulusan D3 cuma 800 ribu (fresh graduated, instansi Pajak)

minus (-)
1. Pangkat rendah
2. Kurang gengsi (buat yang gengsian)

Download SOAL + Pembahasan USM STAN 2001 - 2011 Lengkap


Download SOAL + Pembahasan USM STAN 2001 - 2011 Lengkap ,  Download SOAL + Pembahasan USM STAN 2001 - 2011 Lengkap

UJian Saringan Masuk ( USM ) STAN

Kementerian Keuangan merupakan salah satu Kementerian di Negara Indonesia ini yang mempunyai tugas antara lain merencanakan, mengawasi, mengawal, serta melaporkan keuangan negara. Dalam rangka memenuhi permintaan pegawai yang ada di kementerian keuangan, salah satunya (selain tes CPNS) didirikanlah STAN. Nah sumberdaya manusia yang akan digodok di STAN ini disaring dengan yang namanya USM STAN (Ujian Saringan Masuk STAN)

USM STAN diadakan tiap tahun, dengan rasio jumlah yang diterima dibandingkan jumlah pendaftar rata-rata 2-4% tiap tahun. Jumlah peserta yang diterima tersebut merupakan proyeksi kebutuhan pegawai di Kemenkeu sesuai tahun lulusnya nanti. Misal ni ya, tahun 2008 STAN menerima 2000 mahasiswa, maka kebutuhan Kemenkeu tahun 2012 adalah sekitar 2000 anak.


Ini juga menjawab pertanyaan, kenapa tahun 2011 kemarin cuma buka D1 aja? yup karena memang butuhnya untuk 5 tahun ke depan cuma lulusan D1 aja. Selain karena memang kebijakan pimpinan (menteri).

Tahun 2013? saat ini belum ada pengumuman resmi.

jalur masuk STAN cuma ada USM STAN, sampai tahun 2010 tesnya cuma tes tulis, namun mulai tahun 2011, USM STAN terdiri dari 4 proses

1. Verifikasi Berkas
2. Tes Tulis
3. Tes Kesehatan & Kebugaran
4. Tes Assesment

Oke pertama Verifikasi Berkas. Verifikasi berkas ini merupakan pemeriksaan kelengkapan dan syarat-syarat yang harus kamu penuhi untuk ikut USM. Alurnya, kamu daftar online ->  ngirim berkas-berkas syarat ke STAN lewat pos -> oleh STAN berkas tersebut diperiksa -> pengumuman yang lolos pemerriksaan/verifikasi -> kamu membayar uang pendaftaran -> mengambil nomor ujian

Tahun 2011 kemarin ada sebanyak 50 ribuan peserta yang lolos verifikasi berkas, namun yang mengambil nomor ujian cuma 40 ribuan.

Kedua Tes Tulis, tes tulis merupakan step paling krusial dalam 4 tahapan diatas, kenapa? karena paling banyak yang gugur tu disini. bisa dibilang, kalo lolos tes tulis, udah menginjakkan satu kaki di STAN. tahun 2011, dari 40 ribuan peserta tes tulis, diambil sekitar 2700 anak yang akan mengikuti tahap selanjutnya. Tes tulis nanti akan dijelaskan lebih detail.

Tahap selanjutnya adalah tes kesehatan dan kebugaran. Tes Kebugaran meliputi lari keliling lapangan selama 12 menit dan lari membentuk angka 8.

Sedangkan tes kesehatan meliputi check up:
1.  Mata
2. Tenggorokan
3. Denyut Nadi
4. Tensi Darah
5. Buta Warna
6. Telinga

Tahun 2011 ada 1700an anak yang lolos ke tahap selanjutnya yaitu tes assesment, jadi ada sekitar 1000 anak yang gugur di tes kesehatan dan kebugaran ini. Trus tes assesment itu kayak gimana? di tes assesment, peserta disuruh mengisi form biodata serta data-data lain yang diminta, lalu diwawancarai. Pertanyaan pada saat wawancara misalnya tentang cita-cita, atau bagaimana apabila diterima di jurusan yang tidak diminati di STAN.

Pendaftar SBMPTN di UNS Masih Minim

SOLO, suaramerdeka.com - Pekan pertama pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2013 di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta masih sepi pendaftar.Hingga Sabtu (18/5) tercatat baru 250-an calon mahasiswa mendaftar. Jumlah tersebut masih jauh dari target UNS yang akan menjaring 2.160 mahasiswa melalui jalur SBMPTN.


Ketua SNMPTN 2013 UNS, Sutarno menduga masih sedikitnya minat calon mahasiswa yang mendaftar melalui SBMPTN dikarenakan calon mahasiswa masih menunggu pengumuman kelulusan ujian nasional (Unas) jenjang SMA sederajat dan pengumuman Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013. Adapun pengumuman UN jenjang SMA sederajat akan dilakukan pada 24 Mei mendatang dan pengumuman SNMPTN pada 28 Mei.

"Hari-hari pertama biasanya sedikit karena menunggu diterima apa tidak SNMPTN-nya," katanya.   
Sejumlah kendala teknis terjadi dalam pendaftaran SBMPTN hari pertama kemarin. Sutarno mengatakan kendala teknis tersebut di antaranya kesalahan calon mahasiswa dalam melakukan pembayaran dan lokasi ujian yang tidak tercetak pada kartu peserta ujian.

Dijelaskan, masalah pembayaran yang terjadi murni kesalahan calon mahasiswa yang salah membayar pada bank yang bukan menjadi rekanan pembayaran SBMPTN. Sehingga pin yang didapat tidak dapat digunakan untuk mendaftar SBMPTN.

Pembayaran SBMPTN dilakukan melalui bank Mandiri sedangkan pembayaran Ujian Masuk Bersama Perguruan Tinggi (UMB-PT) dilakukan melalui BNI. “Salah satu kesalahan misalnya kemarin ada yang membayar biaya pendaftaran (SBMPTN) di BNI, padahal (jalur) SBMPTN membayarnya di Bank Mandiri." 

Selain kesalahan teknis pembayaran, kendala lain yakni lokasi ujian yang tidak tercetak pada kartu peserta ujian. Untuk itu, Sutarno segera berkoordinasi dengan panitia pusat untuk menyelesaikan hal tersebut.

Pendaftar SBMPTN Sudah 30 Ribu Orang

Laporan wartawan Wartakotalive.com, Theo Yonathan Simon Laturiuw

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pendaftar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) hingga Kamis (16/5/2013) pukul 15.00 WIB, sudah berjumlah 30 ribu orang.

Ketua SNMPTN & SBMPTN 2013 Akhmaloka memerkirakan, jumlah pendaftar pasti akan terus meningkat.


"Itu kan dibuka sejak 13 Mei, sampai tanggal segitu saja sudah banyak," ujar Akhmaloka kepada Wartakotalive.com, Jumat (17/5/2013).

Akhmaloka yakin jumlah pendaftar akan terus bertambah, lantaran sampai Kamis (16/5/2013), sudah ada 66 ribu pendaftar yang membayar pendaftaran SBMPTN, dan mendapatkan PIN untuk pendaftaran di Bank Mandiri. Pendaftaran SBMPTN bakal ditutup pada 7 Juni 2013. (*)

Peserta SBMPTN Pasti Capai Target!

JAKARTA - Pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2013 memasuki hari kelima. Hingga kemarin sore pukul 15.00 WIB, jumlah pendaftar SBMPTN 2013 baru sekira 66 ribu.

"Pendaftaran SBMPTN jalan dengan baik. Sampai kemarin sore pukul 15.00 sudah 66 ribu peserta yang mengambil PIN atau membayar di Bank Mandiri," kata Ketua Panitia SBMPTN 2013 Akhmaloka, ketika berbincang dengan Okezone, Jumat (17/5/2013).

Namun, dari jumlah tersebut, baru sekira 30-40 ribu yang melakukan pendaftaran. Akhmaloka menilai hal itu sebagai sesuatu yang wajar mengingat pendaftaran masih dibuka hingga 7 Juni mendatang.

Dari jumlah tersebut, Akhmaloka optimistis dapat mencapai target SMBPTN yang telah ditetapkan, yakni 600-700 ribu peserta. Sebab, penerimaan melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) masih menyisakan banyak peserta.

"Optimistis bisa capai target 600 ribu, bahkan lebih. Karena peserta SNMPTN sekira 780 ribu sementara yang diterima hanya 140 ribu. Masih ada 600 ribu yang belum tertampung. Apalagi lewat SBMPTN lulusan 2011 dan 2012 boleh ikut sedangkan SNMPTN tidak," jelas Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) itu.

Oleh karena itu, lanjutnya, hingga saat ini belum dapat diketahui program studi (prodi) maupun kampus favorit pilihan para peserta. "Masih dini, belum ada statistiknya karena belum kami evaluasi," tutur Akhmaloka.

Pendapat senada turut disampaikan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Triyogi Yuwono. Dia menyebut, masih terlalu dini untuk mengambil kesimpulan karena ini masih awal pendaftaran.

"Pendaftar awal-awal masih anak lulusan 2011 dan 2012. Jadi masih belum bisa dijadikan ukuran," ungkap Triyogi. (ade)

Jumat, 17 Mei 2013

Salah Isi SBMPTN, Tidak Bisa Diperbaiki

SURYA Online, MALANG – Ketua Panitia Lokal (Panlok) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi NEgeri (SBMPTN) Malang, Prof Dr Hendyat Sutopo, menghimbau pendaftar untuk berhati-hati saat mengisi kolom-kolom yang ada di daftar isian formulir SBMPTN.

Himbauan ini, untuk mengantisipasi kesalahan pengisian sementara kartu peserta sudah terlanjur di-print (cetak). Sebab kalau kartu peserta sudah tercetak, kemudian baru diketahui ada kesalahan, Panlok SBMPTN Malang yang dipegang Universitas Negeri Malang (UM), belum bisa melakukan perbaikan.


"Aturan dari Panitia Pusat SBMPTN mengenai revisi kartu peserta yang salah cetak belum turun,” kata Hendyat melalui sambungan telepon, Minggu (12/5/2013).

Hal-hal yang harus diperhatikan saat mengisi daftar kolom SBMPTN, jelas Hendyat yang juga Pembantu Rektor I UM, adalah data pribadi dan angka-angka. "Seperti misal nomor KTP atau nomor ijazah. Jangan sampai keliru," urainya.

Namun begitu, HEndyat mengungkapkan aturan mengenai revisi kesalahan kartu peserta SBMPTN akan segera diputuskan dalam waktu dekat. "Kami hanya tinggal menunggu instruksi dari Panitia Pusat," ucapnya.

SBMPTN akan dibuka sampai 13 Juni. Alur pendaftaran, calon peserta SBMPTN membayar Rp 175 ribu (IPA dan IPS) atau Rp 200 ribu (campuran) di Bank Mandiri.

Sistem pembayaran di Bank Mandiri akan terintegrasi langsung dengan panitia pusat SBMPTN, dengan mengeluarkan nomor PIN agar bisa mengakses laman resmi sbmptn.or.id untuk mengisi daftar isian dan mengunggah foto.

Setelah selesai melengkapi daftar isian, calon peserta mencetak kartu peserta untuk mengikuti ujian 18 dan 19 Juni mendatang. "Laman resmi SBMPTN mulai bisa diakses Senin pukul 10.00 WIB,” pungkasnya.

2013, Pendaftar SBMPTN Ditarget 700.000

Laporan wartawan Wartakotalive.com, Theo Yonathan Simon Laturiuw
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tahun 2013 ini, panitia Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) jalur tertulis, memilih menaikkan target peserta dibanding tahun 2012 lalu.
Ketua SNMTPN & SBMPTN 2013, Akhmaloka, mengatakan, untuk tahun 2013, target pendaftar SBMPTN adalah sebanyak 700.000 peserta.


"Kita naikkan sedikit lah. Tahun 2012 itu kan pendaftar SNMPTN Jalur tertulis mencapai 600.000 peserta. Pasti lebih tahun ini (2013,red)," kata Akhmaloka kepada Wartakotalive.com, Jumat (17/5/2013).
Pendaftaran SBMPTN ini sudah dibuka sejak Senin (13/5/2013). Nantinya akan ditutup pada 7 Juni 2013. Sampai Kamis (16/5/2013) pukul 15.00, pendaftar SBMPTN sudah mencapai 30.000 pendaftar.

Tahun 2012, Pendaftar SBMPTN ( SNMPTN TULIS ) 600.000

Laporan wartawan Wartakotalive.com, Theo Yonathan Simon Laturiuw
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pada tahun 2012, pendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jalur tertulis, jumlahnya mencapai 600.000 peserta.
Ketua SNMPTN & SBMPTN 2013, Akhmaloka, mengungkapkan hal itu kepada Wartakotalive.com, Jumat (17/5/2013) siang.
Makanya, Akhmaloka memperkirakan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) jalur tertulis tahun 2013 tak akan jauh dari angka tersebut.



Pendaftaran SBMPTN ini sudah dibuka sejak Senin (13/5/2013). Nantinya akan ditutup pada 7 Juni 2013. Sampai Kamis (16/5/2013) pukul 15.00, pendaftar SBMPTN sudah mencapai 30.000 pendaftar.

Pendaftar SBMPTN 2013, Baru Lulusan Tahun 2012 dan 2011

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Theo Yonathan Simon Laturiuw

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pendaftar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2013, baru lulusan tahun 2012 dan 2011.

Kendati demikian, jumlah pendaftarnya sudah mencapai 30.000 peserta.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Pertanian Bogor, Yonny Koesmaryono, mengatakan, baru pendaftar lulusan tahun 2011 dan 2012, lantaran kelulusan tahun 2013 belum diumumkan.


"Makanya, paling sekarang jumlah pendaftar SBMPTN di IPB paling baru ratusan orang. Nanti setelah tanggal 25 Mei 2013 baru akan melonjak pendaftarnya pasti," kata Yonny kepada Wartakotalive.com, ketika dihubungi, Jumat (17/5/2013).

PERJUANGAN MULYONO MENUJU ITB

Disini adalah tempatnya orang-orang yang ingin mencari motivasi hidup dan juga membangun kepribadiannya. Kita mulai dulu dari kisah motivasi dari seorang bocah sma yang saya kira cukup hebat. Bocah ini bernama mulyono yang memiliki semangat hidup tinggi meskipun berasal dari keluarga kurang mampu. Ia adalah salah satu pemenang dari IBO atau olimpiade biologi internasional. Tapi ia bahkan masih kesulitan sekali masuk ke perguruan tinggi. Karena kita ketahui sendiri bagaimana bobroknya negara ini dan parahnya lagi pendidikan di Indonesia menurut rating adalah pendidikan mutunya jelek tapi harganya paling mahal. Baiklah langsung saja kita simak bagaimana seorang bocahsma si mulyono yang berjuang keras untuk bisa kuliah di ITB.
Perawakannnya kecil dan kurus, penampilannya sederhana, dan bicaranya agak malu-malu. Ia berasal dari sebuah desa yang dikelilingi ladang jagung di Dusun Ngampel Kurung, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Sekalipun tidak banyak orang yang tahu, ia adalah seorang yang turut mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah internasional.
Mulyono (18) adalah salah seorang peraih medali perunggu dalam Olimpiade Biologi Internasional (IBO) 2004 di Brisbane Autralia, Juli 2004. Sebelumnya, ia meraih penghargaan honorable mention DALAM IBO 2003 di Belarusia. Untuk sampai ke tingkat internasional, Mul, demikian panggilan akrabnya, telah menjadi juara di tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional.
Prestasi membanggakan itu membuatnya diterima di Program Studi Mikrobiologi Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui program ujian saringan masuk (USM). Kenyataan itu bukannya membuat dia gembira, malah bingung. “Waktu dikasih tahu saya diterima, seketika dhueeeeng .. Saya langsung berpikir mengenai biaya SPP dan biaya hidup disana” paparnya ketika ditemui di rumahnya hari Minggu (1/8) lalu.
Mul bercerita, kesulitan terbesar yang dialami selama hidupnya selalu berkenaan dengan masalah keuangan. Ia berasal dari keluarga sangat sederhana. Sejak ayahnya meninggal, ketika ia masih berusia selapan (35 hari), ibunya harus bekerja keras di Surabaya, sementara Mul hanya tinggal bersama neneknya yang sudah tua. Karena pada dasarnya ia anak yang pandai, sejak bersekolah di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Srikaton I hingga Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Pare, Mul selalu mendapatkan beasiswa, untuk meringankan beban biaya sekolah yang harus ditanggung ibunya.
“Beasiswa itu hanya cukup untuk membayar BP3, sedangkan untuk buku-buku harus mengeluarkan uang sendiri. Saya bekerja sejak Mul kecil hingga sebesar sekarang, dan jarang bertemu dengannya,” tutur sang ibu, Mujiyati, yang ditemui beberapa hari sebelumnya.
Ia bercerita tentang keinginan besar Mul untuk sekolah di SMAN 2 Pare yang merupakan sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) terbaik di Kabupaten Kediri. “Ia tidak mau sekolah kalau tidak di SMAN 2 Pare” katanya.
Maka, dengan berbekal uang Rp 2.200 setiap hari, Mul mengayuh sepeda yang dia miliki sejak kelas empat SD menuju ke jalan besar di Maduretno - yang berjarak sekitar empat kilometer - ke tempat angkutan yang akan membawanya ke Pare. Sepedanya dia titipkan dengan ongkos Rp 200. Lalu ia naik angkutan umum ke sekolahnya - Sekitar 10 kilometer jauhnya - dan untuk itu harus membayar Rp 2.000 untuk pergi pulang. “Ia tidak membawa uang untuk jajan, hanya cukup untuk naik angkutan kota. Biasanya, untuk sarapan saja dia makan masakan yang saya masak sore sebelumnya,” tutur Mujiyati menceritakan.
Waktu itu kehidupan begitu sulitnya bagi mereka, tetapi Mul tidak pernah mengeluh. Begitu seringnya Mul bolak balik ke Bandung membuat ibunya berhenti bekerja untuk menemani neneknya. Sekarang ia mengerjakan apa saja di ladang para tetangganya. “Waktu tahu Mul diterima di ITB, saya juga ikut bingung. Saya sudah tidak bekerja lagi di Surabaya, sementara biaya yang ada belum cukup,” kenang Mujiyati.
Biaya yang harus dibayarkan untuk masuk ITB sebesar Rp 45 juta, sementara biaya persemester Rp 1,7 juta. Belum lagi biaya untuk kos setiap bulan dan biaya makan setiap harinya. Jika biaya itu tidak bisa dipenuhi, ia terancam tak bisa memenuhi cita-citanya yang baru, menjadi seorang peneliti.
Sebelumnya ia sangat ingin menjadi dokter. Namun cita-cita mulia itu harus ditinggalkan karena ia tidak bisa lolos di Penjaringan Bibit Unggul Berprestasi (PBUB) Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. “Saya heran, mengapa tidak bisa lolos. Padahal, syarat utamanya adalah juara olimpiade nasional atau finalis olimpiade internasional. Waktu itu saya memenuhi kedua kriteria tersebut, tapi entah mengapa tidak diterima,” kenang Mul dengan nada penasaran. Padahal, jika diterima di PBUB itu, semua biaya kuliah selama 4 tahun gratis. Ia sudah membayangkan beberapa kemudahan yang bisa dinikmatinya, apalagi biaya hidup di Yogyakarta tak setinggi di Bandung.
Namun cita-cita itu harus kandas dan Mul harus banting setir ke ITB yang kemudian membawanya ke berbagai kebingungan. Akan tetapi, kebingungan itu tidak membuatnya putus asa. Mul mengajukan beasiswa ke PT Sampoerna, yang juga berakhir dengan penolakan. “Mungkin mereka salah tangkap, mengira saya meminta beasiswa untuk kuliah S1 di luar negeri. Karena itu, mereka memberi syarat, saya harus meraih medali emas di olimpiade international itu untuk bisa mendapat beasiswa dari mereka. Padahal yang saya inginkan adalah beasiswa untuk kuliah S1 di dalam negeri,” paparnya.
Mul sendiri selalu menabungkan uang yang diperolehnya dari berbagai kompetisi yang diikutinya. “Saya mendapat uang saku, uang transpor selama di pembinaan, juga dari dari juara olimpiade. Semua saya tabung. Saya harus sangat hemat,” kata Mul. Namun sehemat-hematnya Mul mengeluarkan uang, tetap saja tabungannya tidak mencukupi biaya kuliah persemester dan biaya hidup di Bandung.
Api semangat Mul tidak padam, apalagi dukungan dari orang-orang di sekitarnya sangat besar. “Anak itu memang pandai dan selalu juara kelas. Mul juga aktif dan lincah meskipun agak tertutup. Ia juga senang membantu menerangkan teman-temannya jika ada yang bertanya tentang berbagai pelajaran, sampai kadang-kadang merelakan jam istirahatnya ,” ujar guru pembimbing Biologi SMAN 2 Pare, Isrowiyati.
Dengan sukarela, para guru pembimbing mengarahkannya dan membantu kebutuhannya jika Mul akan berangkat ke Bandung untuk pembinaan di ITB. Para guru pembimbing adalah tempat bertanya bagi Mul. Kepada mereka, Mul bisa berterus terang tentang berbagai hal, termasuk kesulitan yang dialaminya. “Kami sedang mengupayakan bantuan dari berbagai pihak, seperti Dinas Pendidikan. Karena kepada dinas sedang sakit, belum ada kelanjutannya. Kabar terakhir, alumni SMAN 2 Pare dan SMAN 2 Kediri bersedia memberikan bantuan untuk biaya hidup Mul sampai tamat di Bandung,” ujar kepala SMAN 2 Pare Sukadi.
Sekarang, Mul boleh berlega hati. Banyak pihak sudah bersedia membantunya. Ia tidak lagi berpikir tentang uang yang harus dia keluarkan untuk biaya kuliah maupun biaya hidup selama di Bandung. Setidaknya, ia bisa mulai mencapai idealismenya untuk menjadi orang yang berguna bagi banyak orang. “Setidaknya apa yang saya hasilkan bisa membuat orang lain senang meskipun mereka tidak mengenal saya. Dan itu sudah membuat saya puas,” ujar Mul mantap.
Mulyono, dengan motto hidupnya “Badai pasti berlalu” penuh percaya diri menyongsong hidupnya. Ladang-ladang jagung di sekitar desanya menunggu untuk diteliti. “Saya percaya, jika sekarang saya berada dalam kesulitan, beberapa jam, menit, atau detik lagi saya akan keluar dari masalah itu,” katanya menutup perbincangan