Senin, 27 Januari 2014

Sekolah Di-blacklist, Siswa Masih Bisa Ikut SBMPTN 2014

Solo – Kendati sekolah telah diblacklist tidak bisa ikut Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014, namun siswanya tetapi bisa meneruskan ke perguruan tinggi negeri tetapi melalui jalur Seleksi Bersama Mahasiswa Perguruan tinggi Negeri (SBMPTN) 2014.

“Kendati sekolahnya telah diblacklist, tetapi siswa masih diberi kesempatan bisa mengikuti jalur SBMPTN 2014,” jelas Ketua Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof Drs Sutarno MSc PhD kepada Timlo.net, di Kampus UNS, Kentingan, Jebres, Solo, Jumat (10/1).


Sutarno mengakui, memang ada sekolah yang diblacklist karena tahun 2013 kedapatan telah memanipulasi data pada Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Sehingga tahun 2014, sekolah tersebut diblacklist, dan siswanya tidak bisa mengikuti jalur SNMPTN 2014.

Soal sekolah mana yang diblacklist, Sutarno tidak mau menyebutkan namanya. Bila nama sekolah yang diblacklist disebutkan, ia mengaku kasihan pada siswanya, karena secara psikologis bakal berdampak negatif bagi siswanya. Oleh karena itu, Sutarno menyarankan kepada siswa yang berasal dari sekolah yang diblacklist tetap boleh mendaftar di perguruan tinggi negeri tetapi melalui jalur SBMPTN atau jalur swadana.
“Siswa SLTA memang memiliki hak untuk mengikuti kegiatan perkuliahan di perguruan tinggi negeri. Sehingga dipersilahkan ikut seleksi melalui jalur yang bukan jalur Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014,” kata Sutarno.

SBMPTN 2014 - Pendaftar SBMPTN Akan Disubsidi 50%

SBMPTN 2014 - Pendaftar SBMPTN Akan Disubsidi 50% -
SOLO, (PRLM).-Calon mahasiswa baru (camaru) tahun akademik 2014/2015 yang mendaftar melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) akan mendapatkan subsidi biaya seleksi sebesar 50% dari pemerintah pusat. 

Bendahara Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014, Prof. Dr. Ravik Karsidi mengungkapkan, Jumat (3/1/14), biaya penyelenggaraan SNMPTN untuk 62 PTN se Indonesia tahun 2014 ini mencapai Rp 335 miliar. 

Jumlah tersebut termasuk subsidi biaya seleksi camaru untuk jalur SBMPTN. Pada 2013 lalu, biaya seleksi SBMPTN kelompok ujian sains dan teknologi (Saintek/IPA), kelompok sosial humaniora (Soshum/IPS) sebesar Rp 175.000,-. Sedangkan kelompok campuran sebesar Rp 200.000,-.

“Persyaratan pendaftaran lewat jalur SNMPTN tahun ini sama dengan tahun lalu. Bedanya, tahun ini biaya pendaftaran lewat jalur SBMPTN lebih murah kira-kira separuh karena mendapat subsidi dari negara. Tahun lalu biayanya sekitar Rp 175.000,- per kelompok ujian. Pada tahun ini biayanya sekitar Rp 90.000,- sampai Rp 100.000,-,” ujar Prof. Ravik kepada wartawan.

Rektor UNS itu menyatakan, pemberian subsidi untuk jalur SBMPTN merupakan program Ditjen Dikti untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Indonesia.
Akses masuk pendidikan tinggi, menurut Prof. Ravik, sudah diperluas mulai tahun 2013 lalu dengan pembebasan biaya seleksi jalur SNMPTN.
“Tahun lalu SNMPTN sudah gratis, sekarang giliran SBMPTN disubsidi. Karena Ditjen Dikti punya program meningkatkan akses agar semakin banyak masyarakat bisa mendapatkan pendidikan tinggi,” jelasnya.

Dana penyelenggaraan SNMPTN 2014 masuk dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) PTN, sambungnya, akan dikelola oleh UNS karena Rektor UNS ditunjuk sebagai bendahara SNMPTN.
Pembantu Rektor (PR) II UNS Bidang Administrasi, Keuangan dan Kepegawaian, Prof. Dr. Jamal Wiwoho menambahkan, dana untuk membiayai SNMPTN berasal dari APBN dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Rinciannya,dana yang bersumber dari APBN sebesar Rp 200 miliar, dari PNBP sebesar Rp 120 miliar dan sekitar Rp 17 miliar dari saldo sisa penyelenggaran SNMPTN tahun 2013 (Tok Suwarto/A-107).***