Rabu, 10 Juni 2015

Daftar Jurusan Favorit Peserta SBMPTN di UGM dan UNY

TEMPO , Yogyakarta: Sejumlah jurusan favorit di sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) di Yogyakarta menjadi sasaran pilihan pendaftar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Akibatnya, ribuan peserta seleksi ujian tulis ini harus bersaing untuk berebut posisi di jurusan yang menyediakan puluhan kursi saja.

Rektor Universitas Gadjah Mada, Dwikorita Karnawati, memaparkan persaingan paling ketat untuk SBMPTN di kampusnya terjadi di jurusan pariwisata, Fakultas Ilmu Budaya, UGM. "Persaingan di program studi pariwisata 1:107," kata dia.


Pada ketegori IPS, selain jurusan pariwisata yang memiliki pemilih terbanyak, Ilmu Komunikasi, Hubungan Internasional, Manajemen, dan Sastra Inggris juga menjadi favorit pendaftar SBMPTN. Sedangkan di kategori IPA, jurusan paling favorit bagi pendaftar SBMPTN pemilih UGM ialah Gizi Kesehatan, Pendidikan Dokter, dan Ilmu Keperawatan.

Tahun ini, ada 62.549 pendaftar SBMPTN yang memilih UGM dan berebut kuota kursi sebanyak 2.026. Sekitar 30.320 peserta memilih kampus ini sebagai pilihan pertama dan 19.572 menjadikannya pilihan kedua. Ada 12.657 peserta lain yang memilih UGM sebagai pilihan ketiga.

Adapun Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Negeri Yogyakarta, Wardan Suyanto mencatat pemilih kampusnya lewat jalur SBMPTN tahun ini total mencapai 50.952. Mereka memperebutkan jatah kursi sejumlah hanya 1.438.

Tahun ini, jurusan Manajemen masih menjadi pilihan terfavorit bagi pendaftar SBMPTN di UNY sebagaimana saat seleksi jalur undangan berlangsung. Pemilih jurusan manajemen UNY lewat SBMPTN masih sebanyak 3.398 yang memperebutkan 33 kursi saja.

Jurusan favorit lainnya di UNY ialah Pendidikan Guru SD yang dipilih 3.146 pendaftar SBMPTN dengan jatah kursi hanya 72. Jurusan Psikologi di UNY juga kebanjiran pendaftar, yakni sebanyak 2.840. Padahal, kuota kursi untuk pendaftar SBMPTN di jurusan ini hanya 64. Hal serupa terjadi di ilmu Komunikasi yang dipilih oleh 2.829 dengan kuota kursi cuma 24.

Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Ainun Na'im memperkirakan pada tahun ini akan ada penambahan jumlah mahasiswa baru di kampus negeri dan swasta sebanyak 6 persen dari keseluruhan peserta pendidikan tinggi di seluruh Indonesia. "Sekarang ada sekitar 6 juta mahasiswa," kata Na'im saat meninjau ujian SBMPTN di UGM pada Selasa pagi.

Hubungi kami

Apabila dari teman - teman pengunjung situs SBMPTN memiliki saran dan kritik serta ada kemauan untuk menjalin kerjasama maka dipersilahkan mengubungi:

email : lolosptn@gmail.com

kami berusaha membalas secepat dan sebaik mungkin , terimakasih :)

Selasa, 09 Juni 2015

SBMPTN 2015, Satu Kursi Diperebutkan 14 Orang

TEMPO.CO, Yogyakarta - Sekretaris Umum Panitia Nasional SBMPTN, Werry Darta Taifur mengatakan rata-rata persaingan di seleksi ujian tulis masuk kampus negeri pada tahun ini mencapai 1 : 14 atau satu kursi diperebutkan 14 peserta. Hitungan kasar ini berdasar pada jumlah peserta SBMPTN yang mencapai 693.185. "Sementara yang akan diterima hanya 99.223," kata dia saat memantau SBMPTN di kampus Universitas Gajah Mada pada Selasa, 9 Juni 2015.


Namun, tingkat persaingan di antara peserta SBMPTN secara riil berbeda-beda bergantung dengan popularitas jurusan masing-masing kampus.  Rektor Universitas Gadjah Mada, Dwikorita Karnawati mengatakan, persaingan paling ketat untuk SBMPTN di kampusnya terjadi di Jurusan Pariwisata Fakultas Ilmu Budaya. "Persaingan di program studi pariwisata 1 : 107," kata dia.

Ternyata Asriyani Jadi Joki SBMPTN karena Disuruh Pacar

TRIBUN-TIMUR, MAKASSAR - Asriyani, joki yang diamankan di Universitas Hasanuddin (Unhas) mengaku tidak dibayar untuk menjadi joki. Ia menjadi joki menggantikan peserta SBMPTN 2015 bernama Musfirah M yang merupakan adik sang Pacar, Mustari M.

Dalam SBMPTN 2015, Musfirah memilih kelompok ujian campuran dengan pilihan program studi Kesehatan Masyarakat, Sastra Arab dan Sastra Daerah.

"Ia mengaku disuruh pacarnya dan katanya baru tadi pagi disuruh pacarnya karena adiknya yang seharusnya ikut ujian SBMPTN sedang sakit sejak dua hari,"kata Kepala Humas Unhas, Dahlan Abubakar.
Saat ini pun, Asriyani bersama sang pacar telah digelandang ke Polsek Tamalanrea.

Joki SBMPTN Tertangkap Tangan

MAKASSAR – Asriani (25), tertangkap basah menjadi joki Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) saat ujian hari pertama berlangsung di ruang 11, SMPN 30, Tamalanrea, Makassar, Selasa, (9/6/2015). Dia ketahuan menggantikan peserta ujian atas nama Musfira M, warga Maros dengan nomor tes 3158218990.
Kedok Asriani terbongkar saat hendak mengisi daftar hadir yang disiapkan panitia pengawas ujian sekira pukul 09.00 Wita. Tandatangan Asriani yang dibubuhkan di atas daftar hadir itu sedikit berbeda dengan tandatangan pada kartu tes atas nama Musfira M.

Nurlayla, salah seorang pengawas ujian di ruangan 11 itu mencurigai adanya perbedaan dua tandatangan tersebut sehingga Asriani yang merupakan alumni jurusan Sastra Perancis, Universitas Hasanuddin ini dimintai Kartu Tanda Penduduk (KTP). Ternyata foto di KTP itu adalah foto Asriani yang ditempel seadanya. Alhasil, Nurlayla pun melaporkan temuannya ke koordinator pengawas ujian.
Saat ini, Asriani masih dalam pemeriksaan intensif oleh panitia ujian di salah satu ruangan di lantai 2 Rektorat Universitas Hasanuddin. Selanjutnya Asriani akan diserahkan ke kepolisian.
(ful)
 
( sumber : okezone)

Senin, 08 Juni 2015

Ini Dia Bocoran Soal SBMPTN 2015


RANCAH POST – Panitia Penyelenggara SBMPTN 2015 ‘membocorkan’ sedikit info mengenai soal yang akan disodorkan saat tes. Menurut panitia akan ada 25% soal ujian yang mudah untuk dijawab peserta.
Rochmat Wahab selaku Ketua Umum SBMPTN 2015 mengatakan, materi dalam tes tertulis bagi peserta di 3 kelompok, yaitu ujian sains dan teknologi (saintek), ujian sosial dan humaniora (soshum) dan ujian campuran (saintek dan soshum), tentu saja akan berbeda. Namun, untuk 3 kelompok ujian itu akan ada beberapa soal yang mudah untuk dijawab.
Rochmat katakan, “Tingkat kemudahan soal sekira 25% dan tingkat kesulitan sekira 25%,” Minggu (07/06/2015).

Adapun 50% soal, kata Rochamt, merupakan soal SBMPTN yang tingkat kesulitannya menengah. meski demikian, peserta ujian diharapkan mengisi semua soal yang disajikan dengan benar sehingga mereka mampu lolos dan menjadi mahasiswa di PTN yang diminati.
Rochmat jelaskan, “Kami berharap tingkat kesulitan dan kemudahan soal SBMPTN menjadi penyemangat bagi peserta ujian untuk bisa menyelesaikan ujian. Minimal 90% mereka bisa menjawab semua soal.”
Ainun Naim selaku Sekjen Kemenristek Dikti mengatakan, tes SBMPTN tak selalu menghasilkan kelulusan yang memuaskan atau merugikan bagi peserta. Hasil SBMPTN, lanjut Ainun, tidak selalu menghasilkan 100% peserta lolos dan tidak mungkin hasil tes SBMPTN tidak bagus semua.